Blogroll

Sekilas Info

Tempat liburan wisata jakarta, taman wisata, tempat rekreasi anak dan wisata keluarga di jakarta (jabotabek, jabodetabek) beserta daftar harga tiket masuk, penginapan, daftar rekreasi renang, fasilitas rekreasi, harga paket rombongan seperti di pulau indah kapuk, damai indah golf, kidzania, musium istiqlal, kereta api wisata ancol, waterbom pantai indah kapuk, perahu angsa ancol, atlantis water adventure dll.

Sabtu, 06 Februari 2010

PROFILE PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG

Memasuki bulan Agustus 2009 sebagian besar komoditi di Kota Bandar Lampung mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi sehingga mendorong terjadinya inflasi. Adapun kelompok yang memberikan andil yang paling dominan terhadap pembentukan inflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yaitu pada sub kelompok jasa pendidikan. Demikian halnya pada sebagian besar komoditi pada kelompok yang lain juga mengalami kenaikan dan memberikan andil terjadinya inflasi sehingga secara umum membentuk inflasi di Kota Bandar Lampung sebesar 1,33 persen. Inflasi di Kota Bandar Lampung ini merupakan peringkat ke 6 dari 66 kota yang diamati perkembangan harganya. Secara keseluruhan sebanyak 63 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 2,00 persen dan deflasi terbesar terjadi di Sorong sebesar 0,76 persen.


Berdasarkan penghitungan indeks harga konsumen (IHK) inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 4,44 persen, perumahan 3,11 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,05 persen, kesehatan 0,53 persen dan bahan makanan sebesar 0,40 persen. Adapun kelompok transpor dan komunikasi hanya sedikit mengalami perubahan harga sehingga relatif tidak berpengaruh terhadap perubahan indeks, sementara kelompok sandang mengalami deflasi yaitu sebesar 0,03 persen.

Beberapa komoditi yang memberikan andil terjadinya Inflasi diantaranya adalah bahan bakar rumahtangga, biaya pendidikan SLTA, sewa rumah, gula pasir, bawang putih, kontrak rumah, tempe, selar, biaya pendidikan SLTP dan cat tembok. Hingga bulan Agustus 2009 ini laju inflasi Kota Bandar Lampung berdasarkan tahun kalender yaitu sebesar 1,74 persen dan inflasi “year on year” (Agustus 2009 terhadap Agustus 2008) sebesar 4,17 persen.

Nilai total ekspor Provinsi Lampung bulan Juli 2009 mencapai US$ 195,40 juta atau mengalami peningkatan US$ 0,82 juta (0,42 persen) dibandingkan ekspor Juni 2009, sedangkan dibandingkan Juli 2008 mengalami penurunan US$ 44,87 juta ( 18,68 persen) dari senilai US$ 240,27 juta. Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Lampung Januari-Juli 2009 mencapai US$ 1.224,10 juta atau turun 26,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008.

Kenaikan ekspor yang lumayan tinggi terjadi pada Bubur Kertas/Pulp yang naik sebesar US$ 4,43 juta dan Ikan dan Udang naik sebesar US$ 3,40 juta. Sementara penurunan ekspor tertinggi pada Juli 2009 terjadi pada Kopi, Teh, dan Rempah-rempah yang turun sebesar US$ 9,50 juta dan Kakao/coklat US$ 4,12 juta.

Pada periode Januari-Juli 2009, nilai ekspor Kopi, Teh, dan Rempah-rempah; Lemak dan Minyak Hewan/Nabati; Olahan dari Buah-buahan/Sayuran; serta Ikan dan Udang mempunyai kontribusi yang relatif besar yaitu masing-masing sebesar 25,03 persen; 19,29 persen; 7,23 persen; dan 6,29 persen dari total ekspor Provinsi Lampung periode Januari-Juli 2009. Peranan keempat golongan tersebut mencapai 57,84 persen dari total nilai ekspor pada periode yang sama.

Ekspor ke Amerika Serikat pada Juli 2009 mencapai angka terbesar yaitu US$ 50,48 juta, diikuti China, Taiwan, dan Jepang masing-masing sebesar US$ 26,17 juta, US$ 12,52 juta dan US$ 9,48 juta dan peranan keempatnya mencapai 50,48 persen terhadap total ekspor pada bulan tersebut.

NTP Provinsi Lampung Juli 2009 untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 115,38 untuk Subsektor Padi & Palawija (NTP-P), 95,73 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 102,45 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr), 106,05 untuk Subsektor Peternakan (NTP-Pt) dan 114,73 untuk Subsektor Perikanan (NTP-Pi). Sedangkan NTP Provinsi/Gabungan tercatat sebesar 108,44, yang mengalami kenaikan 0,55 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 107,84.

Kenaikan NTP sebesar 0,55 persen tersebut terjadi karena kenaikan indeks yang diterima petani sebesar 0,80 persen, lebih besar dibandingkan dengan indeks yang dibayar petani yang mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen. Komoditas yang memicu naiknya indeks yang diterima petani Provinsi Lampung bulan Juli 2009 khususnya adalah naiknya harga komoditas gabah kering giling, jagung pipilan, kacang tanah, dan kacang kedelai.

Bila NTP per subsektor bulan Juli 2009 dibandingkan dengan Juni 2009, terlihat bahwa empat dari lima subsektor NTP mengalami penurunan, yaitu subsektor tanaman hortikultura (0,05%), tanaman perkebunan rakyat (0,43%), peternakan (0,08%), dan perikanan (1,96%). Sementara satu subsektor lainnya, yaitu subsektor padi dan palawija mengalami kenaikan sebesar 1,50 persen.

Dari 32 Provinsi yang dilaporkan pada Juli 2009, sebanyak 21 provinsi mengalami kenaikan indeks dan 11 provinsi mengalami penurunan indeks. Kenaikan tertinggi NTP Juli 2009 terjadi di Provinsi Banten yaitu sebesar 1,25 persen, karena kenaikan harga yang diterima petani pada empat subsektor dari lima subsektor yang ada. Sementara itu, penurunan NTP terbesar terjadi di Maluku Utara yaitu turun sebesar 1,28 persen, karena turunnya harga yang diterima petani pada dua subsektor yaitu tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat.

Pada Juli 2009, terjadi inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Lampung sebesar 0,27 persen karena naiknya indeks harga di tiga kelompok pengeluaran petani yaitu: makanan jadi (1,47%), perumahan (0,06%), serta pendidikan, rekreasi, dan olah raga (1,37%). Dua kelompok mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan (0,03%) dan sandang (0,48%), serta dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok kesehatan dan transportasi & komunikasi.
Nilai Impor nonmigas Provinsi Lampung pada Juli 2009 mencapai US$ 32,81 juta atau naik US$ 0,42 juta (1,31 persen) dibanding bulan Juni 2009 yang tercatat sebesar US$ 32,39 juta, sementara selama Januari-Juli 2009 mencapai US$ 256,75 juta atau turun 39,71 persen dibanding periode yang sama tahun 2008.
Peningkatan impor terjadi pada Gandum-ganduman dan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik, yang masing-masing naik senilai US$ 1,74 juta dan US$ 1,21 juta. Sementara penurunan impor terbesar pada bulan Juli 2009 terjadi pada Binatang Hidup yang turun sebesar US$ 5,83 juta.

Pada periode Januari-Juli 2009, nilai impor Binatang Hidup; Mesin-Mesin/Pesawat Mekanik; Biji-Bijian Berminyak; dan Ampas/Sisa Industri Makanan, memberikan andil yang relatif besar terhadap total nilai impor nonmigas, yaitu masing-masing 36,63 persen; 20,95 persen; 9,19 persen; dan 6,34 persen. Dan peranan keempat golongan barang tersebut mencapai 73,11 persen dari total nilai impor pada periode yang sama.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada periode Januari-Juli 2009 berasal dari negara Australia dengan nilai US$ 94,67 juta (36,87 persen), diikuti China senilai US$ 68,83 juta (26,81 persen), AS senilai US$ 31,37 juta (12,22 persen), dan Thailand senilai US$ 11,42 juta (4,45 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 8,93 persen, dari Uni Eropa sebesar 5,85 persen pada periode yang sama.

0 komentar:

Posting Komentar

SYARAT-SYARAT PESERTA LELANG :

1. Telah memiliki TANDA DAFTAR PERUSAHAAN yang dinyatakan oleh Departemen Perdagangan

2. Telah terdaftar pada Pemerintah Pusat/Daerah sebagai REKANAN

3. Telah memiliki NOMOR POKOK WAJIB PAJAK

4. Telah terdaftar pada KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI di Pusat/Daerah

5. Ada Akta Notaris sebagai Bukti Pendidirian Perusahaan

6. Memiliki Alamat Usaha yang jelas dan mudah dijangkau dengan Pos

7. Memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang masih berlaku

8. Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang masih berlaku

9. Memiliki keahlian, pengalaman dan kemampuan tekhnis dan manajerial untuk menyediakan barang/jasa

10. Tidak dalam Pengawasan Pengadilan,tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanski/pidana

11.Secara hukum mempunyai kapasitas untuk menandatangani kontrak

12.Sebagai Wajib pajak sudah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir, dibuktikan dengan melampirkan foto copi bukti tanda terima penyampaian Surat Pajak Tahunan (SP) Pajak Penghasilan (PPh) tahun terakhir dan foto copi Surat Setoran Pajak PPh Pasal 29

13.Dalam kurun waktu empat (4) tahun terakhir, pernah memperoleh pekerjaan pengadaan barang/jasa baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman sub kontrak, kecuali penyedia barang/jasa yang baru berdiri kurang dari tiga (3) tahun

14.Memiliki Sumber Daya Manusia, modal, peralatan dan fasilitas lain yang diperlukan dalam pengadaan barang/jasa

15. Tidak masuk Daftar Hitam

16. Khusus untuk penyedia barang/jasa orang perseorangan persyaratannya sama dengan di atas kecuali angka (13)

Peserta Lelang Prakualifikasi

1. Mengambil Formulir Peserta Lelang pada saat Prakualifikasi

2. Memiliki Kekayaan Bersih sebesar Rp.200.000.000,00 (duaratus juta rupiah) jika sebagai kelompok usaha kecil, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)

3. Milik Warga Negara Indonesia, bukan merupakananak perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi baik langsung maupiun tidak langsung dengan Non Usaha Kecil (Non Usaha Kecil adalah perseroangan atau badan usaha yang tidak memnuhi kriteria sebagai usaha kecil)

4. Membuat Surat Pernyataan Minat untuk mengikuti pengadaan barang/jasa

5. Penyedia barang/jasa yang keikutsertannya menimbulkan pertentangan kepentingan dilarang menjadi penyedia barang/jasa

6. Terpenuhinya persyaratan penyedia barang/jasa dinilai melaui proses prakualifikasi atau pascakualifikasi oleh Pantia/Pejabat Pengadaan Barang/Jasa

7. Penyedia barang/jasa menandatangani Surat Pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang disampaikan dalam formulir isian kualifikasi adalah benar dan apabila diketemukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan terhadap yang bersangkutan dikenakan sanksi pembatalan sebagai calaon pemenang, dimasukkan dalam Daftar Hitam sekurang-kurangnya dua (2) tahun dan tidak boleh mengikuti pengadaan untuk dua (2) tahun berikutnya serta diancam dituntut secara perdata dan pidana

8. Memiliki Surat Keterangan dukungan dari Bank Pemerintah/Swasta untuk mengikuti pemilihan penyedia barang in sekurang-kurangnya 5 % (lima persen) nilai proyek atau nilai paket pemasokan ini, kecuali Penyedia Barang adalah Usaha Kecil termasuk Koperasi

9. Tidak membuat pernyataan yang tidak benar tentang kompetensi dan kemampuan usaha yangdimilikinya

KEPANITIAAN

A. Syarat-Syarat menjadi Panitia Lelang :

1. Memiliki integritas moral

2. Memiliki disiplin tinggi

3. Memiliki tangung jawab dan kualifikasi tekhnis dan manajerial untuk melaksanakan tugas yang dibebankannya

4. Memiliki Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

5. Memahami keseluruhan pekerjaan yang akan diadakan

6. Berdasarkan usulan Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan persyaratan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal 9 diangkat oleh Bupati dengan Surat Keputusan (SK)

7. Memahami jenis pekerjaan tertentu yang menjadi tugas Panitia/Pejabat Pengadaan yang bersangkutan

8. Memahami isi dokumen pengadaan/metoda dan prosedur pengadaan berdasarkan Keputusan Presiden ini

9. Tidak mempunyai hubungan keluarga dengan Pejabat yang mengangkat dan menetapkan sebagai Panitia/Pejabat Pengadaan

B. Pembiayaan Pengadaan

  1. Honorarium Pengguna Barang/Jasa, Panitia/Pejabat Pengadaa, Bendaharawan dan Staf Proyek/Kegiatan

C. Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri

  1. Pengguna Barang/Jasa wajib memiliki Harga Perkiraan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE) yang dikalkulasikan secarav keahlian dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan
  2. HPS disusun oleh Panitia/Pejabat Pengadaan dan ditetapkan oleh Pengguna Barang/Jasa
  3. HPS digunakan sebagai alat untuk menilai kewajaran harga penawaran termasuk rinciannya dan untuk menetapkan besaran tambahan nilai jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang dinilai terlalu rendah, tetapi tidak dapat dijadikan dasar untuk menggugurkan penawaran
  4. Nilai Total HPS terbuka dan tdiak bersifat rahasia
  5. HPS merupakan salah satu acuan dalam menentukan tambahan nilai jaminan

D. PASCAKUALIFIKASI

JIKA :

1. Penyedia Barang/Jasa tidak memberikan data dan informasi yang benar terhadap hal-hal :

  • Tidak dipenuhinya Jaminan Penawaran
  • Tidak dipenuhinya Jaminan Pelaksanaan
  • Masa berlaku Surat Izin Usaha Perdagangan telah KADALUWARSA dan belum diperpanjang atau saat pendaftaran sedang diperpanjang
  • Tidak terdapat TENAGA AHLI yang dipersyaratkan oleh Peraturan Perundangan (dhi. KEPPRES 80 Tahun 2003)
  • Belum ada Surat Izin Tempat Usaha

Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Saatnya Umat Islam Bangkit, lawan setiap kedzoliman-kemunafikan dan kemunkaran. Raihlah Ridho Allah jika ingin menegakkan Kalimatillah....